10 Flim Bioskop Indonesia Terlaris Lengkap Dengan Jam Tayang merangkum film nasional dengan perolehan penonton bioskop tertinggi hingga 2026. Daftar ini memakai jumlah tiket atau admisi sebagai dasar peringkat, bukan pendapatan kotor maupun penilaian kritikus. Namun, jam tayang tidak bersifat permanen karena setiap bioskop mengaturnya menurut kota, tanggal, kapasitas studio, dan permintaan penonton. Sebagian besar judul dalam daftar ini juga sudah menyelesaikan masa tayang regulernya. Karena itu, pembaca perlu memeriksa aplikasi resmi jaringan bioskop untuk mengetahui pemutaran ulang atau penayangan khusus.
Ringkasan : 10 Flim Bioskop Indonesia
- Agak Laen: Menyala Pantiku! memimpin daftar film Indonesia terlaris dengan lebih dari 11 juta penonton.
- Tiga film teratas telah menembus angka 10 juta penonton di bioskop Indonesia.
- Jam tayang setiap film berubah setiap hari dan tidak berlaku sama di seluruh kota.
10 Flim Bioskop Indonesia Terlaris Lengkap Dengan Jam Tayang
Data Film Indonesia menempatkan Agak Laen: Menyala Pantiku!, Jumbo, dan KKN di Desa Penari pada tiga posisi teratas. Ketiganya mencatat lebih dari 10 juta penonton. Sementara itu, film komedi, horor, animasi, dan drama romantis mengisi posisi berikutnya.
Peringkat ini menunjukkan bahwa penonton Indonesia tidak hanya menyukai satu genre. Film horor tetap mempunyai pasar besar, tetapi komedi dan animasi juga mampu menguasai bioskop. Selain itu, beberapa judul membangun popularitas melalui cerita lokal, karakter kuat, serta promosi yang konsisten.
Perlu dicatat, istilah “terlaris” pada daftar ini merujuk kepada jumlah penonton. Angka tersebut dapat berbeda tipis pada beberapa publikasi karena pembaruan data, penayangan tambahan, atau perbedaan waktu pencatatan. Daftar resmi Film Indonesia mencatat perolehan penonton dari film yang beredar pada periode 2007–2026.
1. Agak Laen: Menyala Pantiku!
Agak Laen: Menyala Pantiku! menempati posisi pertama dengan 11.000.866 penonton berdasarkan data Film Indonesia. Film produksi 2025 tersebut melanjutkan kekuatan komedi kuartet Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oki Rengga. Ceritanya membawa para tokoh ke sebuah misi penyamaran yang menghadirkan konflik sekaligus humor.
Film ini melampaui rekor Jumbo dan menjadi film nasional pertama yang mencapai 11 juta penonton. Pencapaian tersebut memperlihatkan besarnya daya tarik komedi lokal ketika cerita dan para pemain sudah memiliki hubungan kuat dengan penonton.
Jam tayang: Film ini tidak lagi mempunyai jadwal reguler nasional yang seragam. Penonton perlu memeriksa aplikasi XXI, CGV, atau Cinepolis untuk jadwal pemutaran ulang di kota masing-masing.
2. Jumbo
Jumbo berada di posisi kedua dengan 10.218.708 penonton dalam catatan Film Indonesia. Film animasi garapan Ryan Adriandhy mengangkat kisah Don, seorang anak yang ingin menampilkan buku dongeng warisan orang tuanya. Petualangan itu mempertemukan Don dengan persahabatan, keberanian, dan proses menerima diri.
Kesuksesan Jumbo menjadi tonggak penting bagi film animasi Indonesia. Film ini membuktikan bahwa produksi animasi lokal dapat menjangkau anak-anak, remaja, dan orang dewasa sekaligus.
Jam tayang: Masa tayang regulernya telah selesai. Jadwal khusus dapat muncul dalam festival, program keluarga, atau pemutaran ulang jaringan bioskop.
3. KKN di Desa Penari
KKN di Desa Penari mencatat 10.061.033 penonton dan menempati posisi ketiga. Film horor tersebut mengadaptasi cerita populer tentang sekelompok mahasiswa yang menjalankan kegiatan pengabdian di sebuah desa. Mereka kemudian menghadapi berbagai kejadian setelah melanggar aturan setempat.
Atmosfer desa, unsur folklor, dan rasa penasaran publik mendorong kesuksesan film ini. Bahkan, film tersebut pernah memegang rekor nasional sebelum Jumbo dan Agak Laen: Menyala Pantiku! melampauinya.
Jam tayang: Tidak tersedia secara reguler. Bioskop dapat memutarnya kembali dalam program horor atau penayangan tematik.
4. Agak Laen
Film pertama Agak Laen meraih sekitar 9,12 juta penonton. Ceritanya mengikuti empat petugas rumah hantu di sebuah pasar malam. Mereka menghadapi masalah besar setelah seorang pengunjung meninggal di wahana tersebut.
Film ini memadukan komedi, persahabatan, kritik sosial, dan misteri. Oleh karena itu, penonton tidak hanya menikmati lelucon para pemain, tetapi juga mengikuti konflik yang berkembang secara bertahap.
Jam tayang: Penayangan reguler telah berakhir. Jadwal pemutaran kembali bergantung pada kebijakan setiap bioskop.
5. Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1
Film ini mengumpulkan 6.858.616 penonton. Abimana Aryasatya, Vino G. Bastian, dan Tora Sudiro memerankan Dono, Kasino, serta Indro dalam versi baru kelompok komedi legendaris Warkop DKI.
Kekuatan nostalgia menjadi salah satu faktor penting dalam penerimaan film tersebut. Namun, para pemain juga menghadirkan interpretasi baru agar ceritanya tetap dekat dengan penonton modern.
Jam tayang: Film tidak lagi tayang secara reguler. Pemutaran khusus mungkin muncul pada program nostalgia.
6. Pengabdi Setan 2: Communion
Pengabdi Setan 2: Communion meraih 6.391.982 penonton. Joko Anwar melanjutkan kisah keluarga Rini yang tinggal di sebuah rumah susun setelah meninggalkan rumah lama mereka. Ancaman baru kemudian muncul ketika badai mengisolasi para penghuni.
Film ini memperluas dunia cerita dari film pertamanya. Selain itu, latar rumah susun menciptakan ruang horor yang lebih padat dan menekan.
Jam tayang: Masa tayang nasional telah selesai. Penonton perlu mengecek kemungkinan pemutaran ulang melalui aplikasi bioskop.
7. Dilan 1990
Dilan 1990 mencatat 6.315.664 penonton. Film tersebut mengikuti hubungan Dilan dan Milea dengan latar kehidupan remaja di Bandung. Dialog khas serta karakter utama yang kuat membuat film ini populer di kalangan penonton muda.
Adaptasi novel karya Pidi Baiq tersebut juga mendorong kelanjutan cerita melalui beberapa film berikutnya. Dengan demikian, Dilan 1990 berkembang menjadi salah satu waralaba romantis Indonesia yang paling dikenal.
Jam tayang: Tidak memiliki jadwal reguler. Bioskop dapat menghadirkannya kembali dalam program film romantis Indonesia.
8. Miracle in Cell No. 7
Versi Indonesia Miracle in Cell No. 7 memperoleh 5.861.067 penonton menurut Film Indonesia. Film ini mengisahkan hubungan ayah dan anak yang terpisah akibat perkara hukum. Kekuatan emosi serta hubungan antartokoh menjadi pusat ceritanya.
Film tersebut mengadaptasi karya Korea Selatan dengan penyesuaian budaya lokal. Para pembuatnya mempertahankan tema keluarga, ketidakadilan, persahabatan, dan pengorbanan.
Jam tayang: Penayangan reguler sudah berakhir. Jadwal khusus dapat tersedia melalui program pemutaran kembali.
9. Vina: Sebelum 7 Hari
Vina: Sebelum 7 Hari mengumpulkan 5.815.945 penonton. Film ini mengangkat cerita kriminal dan horor berdasarkan perkara yang mendapat perhatian luas di masyarakat.
Popularitas film turut memunculkan kembali diskusi publik mengenai perkara yang menjadi latarnya. Namun, penonton tetap perlu membedakan dramatisasi film dari informasi hukum yang telah terverifikasi.
Jam tayang: Film tidak lagi mempunyai jadwal reguler nasional. Ketersediaan bergantung pada pemutaran khusus di setiap jaringan.
10. Dilan 1991
Dilan 1991 menutup daftar dengan 5.253.411 penonton. Film ini melanjutkan hubungan Dilan dan Milea setelah keduanya resmi berpacaran. Konflik berkembang ketika Milea mengkhawatirkan keterlibatan Dilan dalam kelompok motor.
Kelanjutan cerita tersebut mempertahankan daya tarik karakter utama sekaligus membawa hubungan mereka menuju persoalan yang lebih serius.
Jam tayang: Masa tayang reguler telah selesai. Penonton dapat memeriksa program pemutaran nostalgia atau festival.
10 Flim Bioskop Indonesia Jam Tayang Bioskop secara Akurat
Jadwal bioskop berubah menurut hari, kota, dan lokasi. Bahkan, satu film dapat memperoleh jadwal berbeda di dua bioskop dalam jaringan yang sama. CGV juga menegaskan bahwa jadwal dapat berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Karena itu, pembaca sebaiknya memilih kota dan bioskop terlebih dahulu. Kemudian, periksa tanggal pemutaran, kelas studio, jam mulai, serta ketersediaan kursi. Cinema XXI, CGV, dan Cinepolis menyediakan informasi film yang sedang tayang melalui situs atau aplikasi resmi masing-masing.
Sebagai contoh, jadwal CGV pada 2 Agustus 2026 menampilkan waktu tayang yang berbeda antara Grand Indonesia dan AEON Mall Jakarta Garden City. Contoh tersebut membuktikan bahwa artikel statis tidak dapat memberikan satu jam tayang yang berlaku untuk seluruh Indonesia.
Rekor Penonton Menunjukkan Keragaman Film Nasional
Daftar 10 Flim Bioskop Indonesia Terlaris Lengkap Dengan Jam Tayang memperlihatkan kekuatan film lokal dalam berbagai genre. Komedi menempati posisi pertama, sedangkan animasi, horor, drama keluarga, dan romansa ikut mengisi daftar teratas. Namun, peringkat penonton tidak berarti seluruh judul masih tersedia di bioskop. Jadwal selalu mengikuti keputusan jaringan dan permintaan pasar. Oleh karena itu, pembaca perlu memeriksa kanal resmi sebelum berangkat agar memperoleh waktu tayang yang sesuai.
Baca juga : Love 10 Million
FAQ
Apa film Indonesia terlaris sepanjang masa?
Agak Laen: Menyala Pantiku! memimpin daftar dengan 11.000.866 penonton berdasarkan catatan Film Indonesia.
Apakah semua film terlaris masih tayang di bioskop?
Tidak. Sebagian besar film dalam daftar sudah menyelesaikan masa tayang reguler dan hanya mungkin kembali melalui pemutaran khusus.
Mengapa jam tayang berbeda di setiap kota?
Setiap bioskop mengatur jadwal berdasarkan jumlah studio, permintaan penonton, durasi film, dan ketersediaan layar.
Di mana jam tayang resmi dapat diperiksa?
Penonton dapat memeriksanya melalui aplikasi atau situs Cinema XXI, CGV, dan Cinepolis setelah memilih kota serta lokasi bioskop.
Apakah film terlaris selalu memperoleh rating tertinggi?
Tidak. Jumlah penonton mengukur penjualan tiket, sedangkan rating menggambarkan penilaian dari penonton atau kritikus.
Genre apa yang paling banyak muncul dalam daftar?
Horor, komedi, drama keluarga, animasi, dan romansa sama-sama muncul. Hal tersebut menunjukkan selera penonton Indonesia cukup beragam.
Apakah angka penonton masih dapat berubah?
Angka dapat berubah ketika film memperoleh penayangan tambahan, pemutaran ulang, atau pembaruan pencatatan.
